Toning Rambut Menurut Islam dari Berbagai Sumber

Posted on

Advertisement :

Rambut merupakan sebuah mahkota bagi sebagian orang. Mereka membuatnya hangat berharga dengan banyak melakukan perawatan mahal. Tidak sedikit pula yang melakukan toning rambut demi mendapatkan warna rambut yang disukainya. Hal ini bukan tanpa sebab, umumnya ini dilakukan dengan tujuan menambah rasa percaya diri dan ingin merubah nasib. Namun bagaimanakah tanggapan agama Islam?

toning rambut

Toning Rambut Menurut Islam

Sejumlah hukum mewarnai rambut menurut agama Islam.

1. Mewarnakan Rambut

Mewarnai rambut dengan memakai daun pacar atau yang biasa disebut dengan inai tidak salah, Islam membenarkannya sebagaimana Yusuf Qardawi pernah berkata bahwa “sebagian hal yang termasuklah di dalamnya seperti menghiasi yakni mewarnai jenggot dan rambut yang sudah beruban. Sudah datang sebuah riwayat yang memperjelas bahwa para orang Nasrani dan Yahudi enggan mewarnai rambutnya serta memilih mengubaninya, dengan anggapan bahwa berhias dan mempercantik diri bisa menghilangkan makna peribadatan di dalam agama. Sebagaimana yng pernah dilakukan para rahib serta ahli zuhud yang bersikap secara berlebihan”.

Baca juga : Shampo Pemanjang Rambut Paling Ampuh

2. Warna Rambut untuk Orang Tua

Advertisement :

Tidak dibenarkan jika memakai warna hitam untuk mewarnai rambut yang sudah beruban. Sebagaimana Rasulallah SAW pernah bersabda pada Abu Qufanah yang rambutnya beruban “Ubahlah uban ini namun jauhilah warna hitam” (HR Muslim).

3. Warna Rambut untuk Orang Muda

Mereka yang lebih muda daripada Abu Qufarah tidak berdosa jika mewarnai rambutnya dengan menggunakan warna hitam. Untuk masalah ini al-Zuhri pernah berkata bahwa “Kami memberi toning rambut dengan memakai warna hitam ketika wajah masih terlihat muda, namun ketika wajah sudah keriput dan gigi sudah goyang, kami tinggalkan arna tersebut” (Fathul Bari).

4. Bahan Pewarna Rambut

Sebaik-baiknya bahan yang dipakai dalam pewarnaan rambut yang sudah beruban yakni daun pacar atau pohon inai dan katam (Ashabussunan dan HR Tirmizi). Katam yakni sejenis pohon yang tumbuhnya di Yaman dan menghasilkan pewarna hitam kemerah-merahan.

5. Pewarna Komersial

Produk apapun bisa dipakai selagi ia bebas dari najis serta tidak menghalangi air menuju ke anggota wudhu ataupun ketika mandi hadas.

Itulah sejumlah hukum mengecat rambut menurut pandangan Islam. Pemakaian pewarna rambut dengan tujuan mewarnai rambut haruslah memenuhi 3 persyaratan berikut ini:

  1. Dapat menyerap air agar air wudhu serta mandi wajib sah
  2. Tidak memiliki kandungan bahan yang berbahaya untuk kulit
  3. Bahan tidak tercampur dengan najis

Nabi SAW pernah bersabda bahwa “Barang siapa saja yang mewarnai rambutnya dengan menggunakan warna hitam, niscaya maka Allah akan menghitamkan wajahnya di akhirat kelak” (Al-Haithami, demikian pula Ibnu Hajar pernah mengatakan bahwa seorang perawinya agak lemah, namun rawi itu diterima oleh Imam Ahmad dan Iman Yahya Mai’en).

Demikianlah sedikit penjelaskan mengenai toning rambut menurut Islam.

Advertisement :

Sponsored Link:

loading...